Jakarta, IDN Times – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat ada 4.578 orang. Sedangkan targetnya adalah 50 ribu unit pada 2023 ini. Apakah target tersebut dapat tercapai?

“Secara statistik 94 persen ini berlokasi di Jawa. Bengkelnya sudah siap,” kata Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Dadan Kusdiana dalam Pembukaan Gelar Konversi Sepeda Motor Listrik Perdana di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (28/7/2023).

Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. (IDN Times/Hana Adi Perdana)

1. Luhut minta percepat mekanisme konversi motor listrik

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, masih ada ruang untuk perbaikan yang perlu dilaksanakan agar program konversi dapat memenuhi target 50 ribu unit pada akhir 2023.

Dalam acara Pembukaan Gelar Konversi Sepeda Motor Listrik Perdana, telah dilaksanakan penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Menteri ESDM, Menteri Perhubungan, dan Kepala Kepolisian Negara RI tentang Percepatan Layanan Program Konversi Sepeda Motor Dengan Penggerak Motor Bakar Menjadi Sepeda Motor Listrik Berbasis Baterai.

“Saya harapkan surat keputusan bersama yang ditandatangani ini dapat mempercepat implementasi solusi yang dibutuhkan seperti percepatan mekanisme cek fisik dan administrasi terkait dokumen kendaraan dalam bentuk BPKB, STNK maupun plat nomor,” tutur Luhut melalui tayangan video.

Konversi motor listrik. (IDN Times/Trio Hamdani)

2. Bengkel konversi motor listrik akan terus ditingkatkan

Menteri ESDM Arifin Tasrif menyatakan, hal lain yang juga harus dilakukan adalah meningkatkan jumlah bengkel konversi yang tersertifikasi. Berdasarkan data Kementerian ESDM, hingga April 2023, sudah ada 21 bengkel tersertifikasi untuk konversi motor listrik.

Setidaknya untuk melakukan konversi 1 motor membutuhkan waktu 48 menit dengan 2 montir. Pihaknya berharap nantinya kemampuan bengkel bisa ditingkatkan lagi. Begitupun dengan jumlahnya.

“Nah, kita harus lihat terus tiap kota harus ada, tiap daerah harus ada (bengkel konversi),” tuturnya.

3. Penyerapan TKDN sudah di atas 60 persen

Baterai konversi motor listrik. (IDN Times/Trio Hamdani)

Di lain sisi, fabrikator di dalam negeri pun sudah bisa membuat konversi motor listrik dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 60 persen. Ke depannya, pihaknya akan terus mendorong program tersebut supaya bisa berjalan maksimal.

“Nah, yang satu lagi komponen yang masih harus kita terus kejar itu baterainya ya, kita harus bisa bikin baterai sendiri,” tambah Arifin.

Sumber: IDN TIMES